Login | Sign up
brodiedon

Hikmah: Memahami Lebih Dekat 3 Putra lalu 4 Putri Rasulullah

Dec 7th 2017, 2:49 am
Posted by brodiedon
2 Views
Berdiskusi tentang anak dan puti Rasulullah SAW termasuk pembicaraan yang langka diangkat. Tidak ganjil, sebagian pemeluk Islam tidak mengenal berapa jumlah darahdaging dan putri beliau Keywords (simply click the next site) alias siapa saja nama buahhatinya.

Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,



"Ia telah beriman kepadaku saat orang-orang kafir kepadaku, ia sudah membenarkan saya tatkala beberapaorang mendustakan aku, dia telah membantuku atas hartanya tatkala sebagianorang menahan hartanya tiada membantuku, dan Allah sudah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tiada menganugerahkan kepadaku kanak-kanak dari wanita-wanita yang lain," (HR Ahmad no.24864)

Saat dia mengucapkan perkataan ini, beliau belum menikah atas Maria al-Qibtiyah.

Imam an-Nawawi rahimahullah berceloteh, "Rasulullah memiliki tiga orang anak; yang pertama Qasim, namanya menjadi gayem Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat ketika berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib ataupun ath-Tahir karena lahir seusai kenabian. Putra yang ketiga yaitu Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat kali berusia 17 ataupun 18 bulan.

Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah atas Abu al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari alur Khadijah, kemudian Fatimah menikah bersama Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah beserta Ummu Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.

Rinciannya adalah sebagai seterusnya :

Putri-putri Rasulullah

Para ulama akur bahwa jumlah putri Rasulullah terlihat 4 orang, semuanya terlahir dari rahim ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.

Pertama, putri pertama Rasulullah adalah Zainab binti Rasulullah.

Zainab radhiallahu ‘anha menikah dengan anak bibinya, Halah binti Khuwailid, yang bernama Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini terjadi sebelum sang ayah diangkat menjadi rasul. Zainab beserta ketiga saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah memperoleh Islam, akan lamun sang suami, Abu al-Ash, mantap dalam agama jahiliyah. Hal ini membuat Zainab tidak ikut menyingkirkan ke Madinah bersama abi dan saudari-saudarinya, karna ikatannya dengan si suami.

Beberapa lelet kemudian, kemudian Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah menyelamatkan agamanya dan bersua dengan sang ayah terkasih, lalu menyusullah suaminya, Abu al-Ash. Abu al-Ash pun mengucapkan dua ayat syahadat serta memeluk agama mertua serta istrinya. Keluarga kecil yang baik ini pun berbaur kembali dalam Islam beserta iman. Tak lama kegembiraan tersebut berjalan, pada tahun 8 H, Zainab wafat meninggalkan Abu al-Ash dan putri mereka Umamah.

Setelah itu, adakala Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah SAW . Sebagaimana dalam hadis disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah, ketika shalat, apabila sira sujud, dia meletakkan Umamah dari gendongannya.

Kedua, Ruqayyah binti Rasulullah.

Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah bersama sahabat yang mulia Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Keduanya turut dan berhijrah ke Habasyah kala musyrikin Mekah sudah sungguh keterlaluan dalam menyiksa dan melukai orang-orang yang beragama. Di Habasyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi satuorang putra yang dijuluki Abdullah.

Ruqayyah dan Utsman juga turut bersama dalam hijrah yang kedua dari Mekah menuju Madinah. Selagi tinggal di Madinah mereka dihadapkan dengan ujian wafatnya darahdaging tunggal mereka yang pernah berusia 6 tahun.

Tidak lama seterusnya, Ruqoyyah juga menderita sakit meriang yang tinggi. Utsman bin Affan setia menjaga istrinya dan berkelaluan mengawasi keadaannya. Ketika itu bersamaan bersama terjadinya Perang Badar, berlandaskan permintaan Rasulullah untuk mejaga putrinya, Utsman pun tak bisa ikut serta dalam bentrokansenjata ini.
Bookmark & Share: