Login | Sign up
suzannawar

Hikmah: Mengenal Lebih Dekat 3 Putra dan 4 Putri Rasulullah

Dec 7th 2017, 2:58 am
Posted by suzannawar
2 Views
Keywords - please click the following internet page - Berbincang tentang anak dan puti Rasulullah SAW termasuk pembicaraan yang sedikit diangkat. Tidak ganjil, sebagian pemeluk Islam tidak mengenal berapa jumlah darahdaging dan putri beliau maupun siapa saja nama buahhatinya.

Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,



"Ia sudah beriman kepadaku ketika orang-orang kafir kepadaku, ia suah membenarkan aku tatkala banyakorang mendustakan aku, ia telah membantuku bersama hartanya tatkala banyakorang menahan hartanya tak membantuku, dan Allah suah menganugerahkan darinya kanak-kanak tatkala Allah tiada menganugerahkan kepadaku kanak-kanak dari wanita-wanita yang lain," (HR Ahmad no.24864)

Saat sira mengucapkan wacana ini, beliau belum menikah oleh Maria al-Qibtiyah.

Imam an-Nawawi rahimahullah berceloteh, "Rasulullah memiliki tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi gayem Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat saat berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, diketahui juga ath-Thayyib maupun ath-Tahir karena lahir sehabis kenabian. Putra yang ketiga merupakan Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.

Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari alur Khadijah, kemudian Fatimah menikah atas Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah beserta Ummu Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.

Rinciannya yaitu sebagai selanjutnya :

Putri-putri Rasulullah

Para ulama asese bahwa total putri Rasulullah terdapat 4 orang, semuanya terlahir dari kandungan ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.

Pertama, putri pertama Rasulullah adalah Zainab binti Rasulullah.

Zainab radhiallahu ‘anha menikah dengan anak bibinya, Halah binti Khuwailid, yang berlabel Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini berlangsung sebelum sang abi diangkat menjadi rasul. Zainab beserta ketiga saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah menadah Islam, akan namun sang suami, Abu al-Ash, selalu dalam agama jahiliyah. Hal ini membuat Zainab tidak ikut memindahkan ke Madinah bersama ayah dan saudari-saudarinya, sebab ikatannya dengan sang suami.

Beberapa lelet kemudian, setelahitu Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah memelihara agamanya dan bersua dengan sang ayah terkasih, lalu menyusullah suaminya, Abu al-Ash. Abu al-Ash juga mengucapkan dua kalimat syahadat beserta memeluk agama mertua serta istrinya. Keluarga kecil yang ceria ini pun bercampur kembali dalam Islam dan iman. Tak lama kebahagiaan tersebut berjalan, pada tahun 8 H, Zainab wafat meninggalkan Abu al-Ash dan cewek mereka Umamah.

Setelah itu, terkadang Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah SAW . Sebagaimana dalam sabda disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah, ketika shalat, apabila beliau sujud, ia meletakkan Umamah dari gendongannya.

Kedua, Ruqayyah binti Rasulullah.

Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah dengan sahabat yang agung Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Keduanya turut bersama berhijrah ke Habasyah saat musyrikin Mekah sudah sangat keterlaluan dalam menganiaya dan memilukan orang-orang yang beragama. Di Habasyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi seorang putra yang dijuluki Abdullah.

Ruqayyah dan Utsman pun turut serta dalam hijrah yang kedua dari Mekah menuju Madinah. Ketika tinggal di Madinah mereka dihadapkan oleh ujian wafatnya ananda tunggal mereka yang pernah berusia 6 tahun.

Tidak lama seterusnya, Ruqoyyah juga menderita sakit meriang yang tinggi. Utsman bin Affan setia memelihara istrinya dan senantiasa mengawasi keadaannya. Ketika itu bersamaan oleh terjadinya Perang Badar, berdasarkan permintaan Rasulullah untuk mejaga putrinya, Utsman pun enggak bisa turut serta dalam kontaksenjata ini.
Bookmark & Share: